SYARAT MENDAPATKAN AMPUNAN DOSA SETAHUN DENGAN PUASA ‘ASYURO (10 Muharram)
Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Alloh dapat menghapuskan dosa tahun sebelumnya.”
[HR. Muslim]
Syarat untuk mendapatkan penghapusan dosa setahun yang disebutkan dalam hadits ini adalah dengan menjauhi dosa-dosa besar atau bertaubat kepada Alloh ta’ala dari dosa-dosa besar tersebut.
Muharram adalah bulan yang Alloh muliakan, maka lebih tidak patut bagi seorang hamba untuk melakukan dosa atau menunda-nunda taubat.
“Demikian pula sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tentang puasa ‘Asyuro,
“Sesungguhnya puasa ‘Asyuro menghapus dosa tahun sebelumnya.”
[HR. Muslim]
Maknanya adalah ketika dosa-dosa besar dijauhi.
Berdasarkan firman Alloh ta’ala,
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil).”
(An-Nisa: 31)
Dan berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
“Sholat yang lima waktu, sholat Jum’at sampai Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya, adalah penghapus-penghapus dosa di antara waktu-waktu tersebut, selama dosa besar tidak dilakukan.”
(HR. Muslim)
Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Alloh dapat menghapuskan dosa tahun sebelumnya.”
[HR. Muslim]
Syarat untuk mendapatkan penghapusan dosa setahun yang disebutkan dalam hadits ini adalah dengan menjauhi dosa-dosa besar atau bertaubat kepada Alloh ta’ala dari dosa-dosa besar tersebut.
Muharram adalah bulan yang Alloh muliakan, maka lebih tidak patut bagi seorang hamba untuk melakukan dosa atau menunda-nunda taubat.
“Demikian pula sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tentang puasa ‘Asyuro,
“Sesungguhnya puasa ‘Asyuro menghapus dosa tahun sebelumnya.”
[HR. Muslim]
Maknanya adalah ketika dosa-dosa besar dijauhi.
Berdasarkan firman Alloh ta’ala,
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil).”
(An-Nisa: 31)
Dan berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
“Sholat yang lima waktu, sholat Jum’at sampai Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya, adalah penghapus-penghapus dosa di antara waktu-waktu tersebut, selama dosa besar tidak dilakukan.”
(HR. Muslim)
Komentar
Posting Komentar